Deskripsi
Penulis: Cormac McLaggen
Tebal: 245 halaman
🖼 illustrated
🚫 No Arts Included
Password: bacaanseru.fun
Felix selalu tahu bahwa keluarga besarnya menyimpan tradisi yang tak biasa. Namun ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi pusat dari ritual kuno yang selama puluhan tahun hanya dibisikkan dalam lingkaran laki-laki keluarga itu—Kawin Manten Laki, sebuah upacara brutal yang memadukan adat, ego pria, dan birahi tak terkendali.
Ketika malam pertama dimulai, pendopo tua yang biasanya sakral berubah menjadi arena desahan, keringat, dan tubuh-tubuh telanjang yang berdiri melingkari kasur di mana Felix harus menyetubuhi Exel, sepupunya sendiri. Tiga puluh pria keluarga besarnya, dari paman, sepupu, ipar, hingga mereka yang dulu hanya ia kenal lewat cerita, kini berdiri tanpa busana—menatap tubuhnya seperti hadiah di akhir pesta yang akhirnya jatuh ke tangan mereka.
Di bawah cahaya kuning yang temaram, Felix dipaksa menghadapi kenyataan bahwa setiap malam membawa “Teman Tidur” yang berbeda, sosok yang harus ia layani dan puaskan sebagai bagian dari prosesi.
Malam pertama menguji batas tubuhnya. Malam kedua menguji ketahanan dan kehendaknya. Dan malam ketiga … adalah malam yang ditakuti semua calon pengantin laki-laki, malam yang juga disebut sebagai waktu untuk meniduri musuh.
Dari balik kerumunan, tatapan-tatapan lain mulai mengikuti setiap desah yang keluar dari bibir Felix, setiap lekuk tubuhnya, setiap getaran lemah yang menandakan ia hampir runtuh.
Di ruang yang lain, dalam lembar cerita yang sama, para pria lainnya—ayahnya sendiri, para ipar, paman-pamannya, hingga sepupu-sepupu tampan yang selama ini tampak begitu menjaga wibawa—sudah tak mampu menyembunyikan hasrat mereka. Mereka ingin gilirannya sendiri. Mereka ingin merasakan tubuh siapapun yang mereka sukai.
Ketika setiap pria dalam garis keturunan keluarga ikut terlibat, maka rahasia, kecemburuan, dan keinginan terlarang ikut mencuat ke permukaan. Semakin dalam Felix tenggelam di dalam tradisi ini, semakin ia menyadari bahwa beberapa pria di keluarganya—termasuk mereka yang seharusnya menjaga kewibawaan—menginginkan dirinya lebih daripada yang pernah ia bayangkan.
Intens, gelap, dan sepenuhnya menyerahkan diri pada naluri primitif laki-laki—bagian kedua ini membuka pintu menuju malam-malam memabukkan yang hanya bisa dijalani Felix dengan satu cara. Tunduk sepenuhnya pada tradisi … atau ditelan oleh nafsu keluarga besarnya.










Review
Belum ada yang kasih review.