Deskripsi
Penulis: Ree
Tebal: 38 halaman
Sepuluh tahun Anton mengaduk adonan siomay sendirian, mengingat perut hamil istrinya yang dulu tersenyum di samping gerobak. Di balik kontrakan murahnya yang dindingnya mengelupas, pria bertubuh besar berusia 42 tahun itu telah menggali ruang bawah tanah selama dua tahun—gelap, lembab, dan dipenuhi rantai besi, cambuk kulit, dan alat-alat yang dibelinya pelan-pelan dari koin-koin siomay. Ruang rahasia itu menunggu satu orang: Robby, pemuda 29 tahun yang baru saja menginjakkan kaki di luar penjara setelah sepuluh tahun tiga bulan membayar utang kecelakaan yang merenggut nyawa istri dan anak dalam kandungan Anton. Bagi Anton, hukuman penjara Robby belum selesai. Bahkan mungkin baru akan dimulai.
Batu sebesar kepalan tangan menghantam punggung Robby di gang sepi di belakang pasar. Tubuh kekarnya yang baru saja menghirup udara bebas ambruk tanpa sempat berteriak, lalu digulung ke dalam karung goni seperti karpet kotor. Di ruang bawah tanah, Robby dilucuti hingga telanjang bulat dan diikat ke kursi kayu berlubang rantai—tangan ke belakang, kaki direntangkan lebar, leher terkait ke langit-langit. Lampu neon putih menyinari setiap jengkal kulit Robby yang telanjang dan tanpa pertahanan, sementara Anton berdiri di atasnya, menatap tubuh yang sama sekali tidak bisa bergerak itu dengan mata dingin. Lalu Anton membuka mulutnya untuk pertama kali, dan setiap kata yang keluar membuat udara di ruangan itu terasa menciut.
Ada mata yang mengawasi dari balik kegelapan, ada tangan yang sudah merencanakan segalanya selama sepuluh tahun, dan ada tubuh kekar yang terikat rantai tanpa bisa melakukan apa-apa. Jika kamu berada di posisi Robby—telanjang, terikat, dan mendengar pria asing mengatakan bahwa hari-hari berikutnya akan membuat penjara terasa seperti surga—apakah kamu masih berani membuka mata keesokan paginya?










Review
Belum ada yang kasih review.