Deskripsi
Penulis: Dome
Tebal: 43 halaman
Di bawah terik matahari Kediri, Heri, seorang petani kekar, menghadapi dilema batin yang membakar. Selama dua minggu, istrinya terus menolak ajakan bercinta, membuat pria berusia tiga puluh tujuh tahun itu tertekan oleh hasrat yang tak tertampung. Kegelisahan itu terlihat jelas dari wajah murungnya saat mencangkul sawah, hingga akhirnya menarik perhatian Karjo, teman seperjuangannya.
Karjo, yang diam-diam telah lama meminati sosok Heri, melihat celah di keretakan hati temannya itu. Dengan nada yang lembut dan pura-pura peduli, Karjo menawarkan diri untuk menjadi pelampiasan di tengah keputusasaan Heri. Meski awalnya menolak keras dengan alasan logika karena mereka sama-sama laki-laki, sentuhan Karjo dan birahi yang memuncak perlahan membuat pertahanan Heri runtuh. “Baiklah… tapi cuma sekali, dan kita harus hati-hati,” ucap Heri pelan, menyerah pada godaan yang tak bisa ia lawan.
Mereka kini melangkah menjauhi sawah, menuju jantung kebun tebu yang rapat dan sunyi, mencari perlindungan dari pandangan warga desa. Di balik dinding alami batang tebu yang hanya diiringi desiran daun dan napas yang memburu, batas persahabatan mereka tinggal sejengkal lagi untuk dilampaui. Di tengah sunyinya kebun tebu itu, akankah Heri benar-benar melanggar batas tersebut dan menyerahkan diri pada bujukan Karjo demi melepaskan dahaga yang membakar dirinya?










Stefen (pemilik terverifikasi) –
seru sih…sambil mainin puting baca ny
Izull (pemilik terverifikasi) –
Bagus cerita nya, mungkin bisa di dibuat video kwkwkw