Deskripsi
Penulis: Ree
Tebal: 56 halaman
Di tengah sawah terasering Ubud yang sepi, Mahes menekan Austin ke tikar anyaman, kontol besar nelayan itu menembus lubangnya pelan-pelan sampai habis tertanam. Erangan Austin bercampur desisan angin sore, cairan panas menyembur dalam saat matahari terbenam. Malam berikutnya di pantai Sanur, mereka ngentot tanpa henti di bawah bulan purnama—dari pasir basah hingga balkon resort, posisi berganti-ganti, klimaks berkali-kali sampai fajar menyingsing. Malam terakhir di suite mewah jadi maraton paling brutal: Mahes menghancurkan Austin di setiap sudut kamar, menyemburkan cairannya berulang-ulang sampai seprai basah total dan Austin menangis sekaligus klimaks.
Tapi pagi setelahnya, api hasrat berubah jadi api bersalah. Mahes pulang ke rumah kecilnya—Ni Luh menyambut dengan senyum, Wayan memelukinya erat sambil bilang “Papa jangan pergi lama.” Setiap pelukan pada anaknya terasa seperti pisau. Istri yang mencoba bercinta malam itu ditolak dengan alasan capek, padahal kontol Mahes hanya merespons bayangan Austin. Sementara Austin di resort menangis di balkon sendirian, mengetik pesan rahasia: “Aku nggak mau pulang.” Besok pagi mereka akan bertemu terakhir kali di pantai yang sama—perpisahan yang belum tahu kapan berakhir.
Kalau kamu jadi Mahes, apakah kamu memilih pulang ke ranjang istrinya yang dingin, atau berlari kembali ke pelukan Austin yang membuatmu merasa hidup?









Muhamad (pemilik terverifikasi) –
Enak sekali
ahmad (pemilik terverifikasi) –
Nice