Deskripsi
Penulis: Dome
Tebal: 50 halaman
🔥 Bonus Arts Included
Password: bacaanseru.fun
Malam 13 Mei 1998, Jakarta menjelma menjadi neraka yang membara. Di tengah kepulan asap dan jeritan massa di Glodok, Rudi, seorang sopir truk yang dililit frustrasi dan kesulitan ekonomi, bergabung dengan kerusuhan, mencari pelampiasan di balik topeng kebencian rasial.
Motivasinya yang semula adalah uang dan harga diri yang hilang, segera bergeser saat ia mendapati Wei. Pemuda Tionghoa itu berusaha mati-matian melindungi adik perempuannya di ruko milik keluarga mereka. Bagi Rudi, Wei bukan sekadar target rasial, melainkan proyeksi dari hasrat terlarang yang ia coba pendam seumur hidupnya. Kekacauan malam itu menjadi panggung untuk melepaskan dorongan gelap yang selama ini dikuncinya.
Pertemuan di gudang yang gelap menjadi pertarungan fisik sekaligus psikologis. Wei melawan balik, tidak hanya dengan kekuatan, tetapi dengan kata-kata tajam yang menelanjangi ketakutan dan penolakan diri Rudi. Kata-kata itu menusuk, memaksa Rudi menghadapi kebenaran tentang dirinya sendiri.
Ketika Rudi akhirnya melarikan diri dari ruko yang mulai dilalap api, ia membawa pulang bukan harta, melainkan trauma dan rasa bersalah yang tak tersembuhkan. Fajar menyingsing menemukan Rudi berlumur dosa, dihantui oleh suara pilu Wei yang menggema di benaknya.
Malam itu, apakah Rudi benar-benar mendapatkan pelampiasan, atau justru ia menciptakan monster baru di dalam dirinya sendiri yang akan menghancurkan hidupnya selamanya?










Bay (pemilik terverifikasi) –
Sumpah aku suka banget tema pemerkosaan kaya gini, aku suka dgn Wei yg ngelawan dan Rudi yg memaksakan. Tapi knp harus di dead sihhhh si Wei nyaa arghhhhhhh padhal aku udh berharap bgtt mereka berdua ituu keterusan jadinya, apalgi Rudi gituuu hmmmm. Sumpah endingnya jadi bikin mental ku turun yg awalnya excited bgtt berharap bgt jgn ada yg dead rupanya dead, aku paling GK suka endingnya itu sedihhh apalagi dead😭😭😭 nyesek bgtttt didada….. Padahal pas bacanya wahhh excited bgtt pas di endingnya lho lho lho lhoooooo…