Deskripsi
Penulis: Cormac McLaggen
Tebal: 119 halaman
Bekerja saat sehari sebelum Lebaran jelas bukan rencana ideal bagi Randy. Namun ketika Mas Kai menawarkan bayaran setara satu bulan gaji ditambah THR, ia langsung mengiyakan. Lagipula, hanya satu hari. Seberapa berat pekerjaan di toko grosir itu?
Ternyata jauh lebih melelahkan dari yang ia bayangkan.
Di saat seluruh karyawan lain mudik, hanya Randy yang tetap masuk. Seharian ia harus melayani pelanggan tanpa henti, ditemani Pak Hamdan—bos yang terkenal sangat perhitungan—dan Mas Kai, putranya yang pendiam, dingin, dan lebih sering menghabiskan waktu di gudang daripada berbicara dengan siapa pun.
Namun, sejak pagi itu, ada sesuatu yang berubah.
Pak Hamdan yang biasanya pelit mendadak begitu perhatian pada Randy. Mas Kai yang nyaris tak pernah tersenyum mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Perhatian-perhatian kecil itu seharusnya terasa biasa, tetapi justru membuat Randy semakin gelisah.
Kala waktu semakin bergeser menuju malam takbiran, semakin aneh suasana di Berkah Hamdan.
Saat toko akhirnya tutup dan Randy dipanggil ke gudang untuk menerima THR-nya, ia mengira hari panjang itu akhirnya selesai.
Ia salah.
Di balik gudang yang pengap, di antara rak-rak penuh stok barang dan udara yang nyaris tak bergerak, telah menunggu sebuah kejutan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Sebuah momen yang mengubah arti “THR” menjadi sesuatu yang jauh berbeda dari sekadar tunjangan hari raya.
Kadang, hadiah terbesar menjelang Lebaran bukanlah uang di dalam amplop.
Melainkan sebuah rahasia yang seharusnya tak pernah ditemukan.










Review
Belum ada yang kasih review.